BERITA UTAMAGUMBASAKASUS & KRIMINALSEPUTAR SIGI

Akibat Perbuatannya, WA Terancam Hukuman Mati

BERITASIGI.COM – Kepolisian Resor (Polres) Sigi kembali merealese kasus Pembunuhan yang terjadi pada Selasa 26 Mei 2020 di wilayah hukum Polres Sigi yakni tepat di Desa Pakuli Utara, Kecamatan Gumbasa, Kabupaten Sigi.

Adapun kasus yang dilakukan tersangka WA (20) tahun dengan korban diketahui Alm. (FA) tak lain adalah tetangga pelaku , tepat tanggal 26 Mei pukul 09.00 Wita .

Hal itu dipaparkan Wakil Kepala Kepolisian (Waka) Polres Sigi, Kompol M.Sumangkut dihadapan para awak media, pada saat press relese di Halaman Mapolres Sigi, Jalan Trans Dolo, Desa Maku.

Kronologis kejadiannya didasari karena rasa sakit hati, dendam dari tersangka. Berawal dari Korban sempat menegur tersangka pada saat melintas dengan sepeda motor, tepat dirumah pelaku.

“Karena sakit hati ditegur pelaku pun merasa malu sehingga dirinya pulang kerumah mengambil senjata tajam (parang) dipersiapkanya di asah sampai tajam betul sehingga merencanakan niat nekat melancarakan untuk membunuh,” terang Waka.

Lebih jauh dijelaskanya, Ketika korban melintas menuju rumah tetangga. Disaat Korban mengetuk pintu, si tersangka datang secara diam-diam langsung membacok dan sempat melarikan diri sembari dibacok hingga mengakibatkan tewas ditempat.

“Tersangka gampang diamankan karena berterus terang sehingga menyerahkan diri karena perbuatanya walaupun sempat bersitegang antar keluarga. Olehnya itu aparat berjaga-jaga atau siapa siaga menjaga kampung selama dua minggu guna mengantisipasi konflik berkepanjangan,” cetusnya lagi.

Sementara itu tersangka disangkakan ancaman Pasal 338 pembunuhan dengan Perencanaan dengan hukuman mati karena sudah menyiapkan barang bukti sejak awal untuk melakukan pembacokan dari arah belakang.

“Hal-hal seperti ini sebenarnya tidak boleh terjadi. Tegur-menegur hal biasa dalam kehidupan kita. Hanya faktor sakit hati psikologi orang-orang seperti itu merasa kalau ditegur secara kasar mungkin merasa berlebihan jika telah dibalas tanpa memikirkan lagi resiko dengan melakukan pembalasan tanpa memikirkan dampak hukumnya,” tandas Kompol M Sumangkut.

(Tim Redaksi)

Related Articles

Close