BERITA UTAMAMARAWOLA BARATPENDIDIKANSDNSEPUTAR SIGI

“Pembangunan Kelas Jauh SDN Soi Diduga Bermasalah, Dinas Pendidikan Diminta Tegas” 

BERITASIGI.COM- Diduga Pekerjaan Gedung Sekolah tiga ruangan yang berada di Sekolah kelas jauh Dusun Dua Sekolah Dasar Negeri (SDN) Desa Soi, Kecamatan Marawola Barat, Kabupaten Sigi, Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng) ditengarai bermasalah.

Pasalnya pembangunan gedung sekolah dikelas jauh SDN Desa Soi dikerjakan ditengah pandemik covid-19, dan saat dimulainya pekerjaan pihak sekolah dalam hal ini Kepala SDN Desa Soi, Indis, S.Pd., M.Pd tidak memasang papan proyeknya selaku orang yang ditunjuk langsung sebagai penanggung jawab dari pekerjaan itu.

Secara aturan yang ada bahwa sebelum proyek tersebut di mulai maka pihak penagungjawab harus memasang papan proyek tersebut,namun hal itu tidak dilakukan tentunya hal ini bahwa di sinyalir pihak Kepala Sekolah diduga menyembunyikan sumber anggaran dan besarnya anggaran hal ini sangat di sayangkan bahwa seorang pendidik terkesan telah memberikan contoh yang sangat tidak terpuji.

Bahkan lebih gilanya lagi sang Kepala sekolah di duga tidak memberikan upah kerja para tukang yang berkerja di Proyek tersebut belum semuanya di bayarkan, hal ini tentunya yang menjadi korban adalah pekerjaan atau proyek tersebut sebab pekerja tidak lagi melanjutkan pekerjaan  itu karena gaji mereka belum di keluarkan oleh sang pendidik yang di duga doyan dengan uang proyek.

Kepala Sekolah kelas jauh Dusun II Sekolah Dasar Negeri (SDN) Desa Soi, Indis, S.Pd., M.Pd saat dikonfirmasi, membenarkan dan mengakui bahwa semenjak dimulainya pekerjaan sampai tahap pertama anggaran yang dikucurkan oleh Dinas Pendidikan Kabupaten Sigi yang telah selesai dikerjakan, papan proyeknya pun sama sekali belum terpasang.

“Ia benar kita tidak memasang papan proyeknya, tetapi pekerjaannya hingga saat ini sudah selesai di tahap satu dengan progress 25 persen,” ungkapnya.

Tak hanya itu Indis juga mengakui bahwa ada beberapa para pekerja alias tukang yang belum terbayarkan upah kerjanya sehingga pekerjaan terhenti

“Kita belum bayarkan upah beberapa pekerja sampai saat ini, nanti sembari menunggu anggaran tahap kedua baru akan kita bayarkan, sehingga para pekerja tidak lagi bekerja saat ini” jelas Indis.

“Untuk itu, saya tidak akan memberikan terlalu banyak komentar dari mana sumber dana, dan berapa besaran anggarannya serta berapa hari masa kerjanya, sebab saya khawatir nanti salah menjelaskan, yang jelas ada beberapa sekolah yang mengerjakan pekerjaan gedung ditengah pandemik covid,” bebernya lagi.

Sementara usai Kepsek dikonfirmasi, maka dengan hari yang sama dengan waktu yang berbeda,kepsek pun melalui telfon genggamnya menghubungi ke redaksi mengatakan bahwa ada pihak Dinas Dikjar kabupaten Sigi mebicara terkait persoalan Proyek pembangunan Sekolah Kelas Jauh SDN Desa Soi, “Saya dari Dinas Pendidikan, saya sekarang ada dirumahnya Kepala Sekolah, apa salahnya kepala sekolah sampai kalian datang untuk melakukan investigasi,” ujar salah satu orang yang mengaku dari Disdik tersebut dengan nada kesal.

“Lanjut dikatakannya, kalau bisa kita ketemu kembali dirumah kepala Sekolah, sebab pekerjaan itu bukan hanya di SDN Soi saja namun masih banyak Sekolah lain yang melakukan pekerjaan yang sama,” ujarnya lagi.

Dengan adanya hal tersebut, yang anehnya harusnya pihak Dinas dikala ada pihak sekolah yang mengerjakan pekerjaan tidak sesuai dengan prosedur yang ada harus memberikan peringatan, bukan malah terkesan melakukan pembelaan dan menanyakan apa kesalahan dari pihak sekolah.

Apa lagi yang bersangkutan telah berada di kediaman Kepsek tentunya pihak Dinas sejatinya menanyakan langsung kepihak kepala sekolah apa kekeliruan alias kesalahan yang dirinya lakukan sehingga ada awak media mengkonfirmasi hal itu, bukan malah menanyakan kembali kepada wartawan kenapa menginvestigasi pihak kepala sekolah.

Untuk itu, kepada Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sigi agar segera melakukan evaluasi terhadap bawahannya yang tidak memahami tupoksinya,  serta diminta memberikan ketegasan kepada pihak kepala sekolah yang tidak sesuai prosedur dalam melakukan pekerjaan dan terkesan menutupi sumber anggaran kepada publik.

(Tim)

Related Articles

Close